Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru via Daring diundur

Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru via Daring diundur

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menunda pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK via dalam jaringan (daring). Sedianya mulai dibuka Jumat, 9 Juni hingga Rabu, 14 Juni. Penundaan karena Dinas belum menerima daftar nilai ujian nasional tingkat SMP dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Belum bisa hari ini. Kita pindahkan ke tanggal 12 hingga 17 Juni. Kita dijanjikan nilainya sudah masuk tanggal segitu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Jumat, 9 Juni. Menurut Irman, nilai UN SMP mutlak dibutuhkan dalam proses PPDB SMA/SMK. Sebab nilai tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menyortir peringkat atau daftar prioritas calon peserta didik. Terutama bagi jalur akademik.

Pendaftaran PPDB daring di Sulsel bisa diakses melalui laman www.sulsel.siap-ppdb.com. Jalur ini terbuka di sekolah unggulan pada 24 kabupaten/kota. Khusus di Makassar, berlaku di hampir semua SMA/SMK negeri. Irman memastikan PPDB di Sulsel berjalan secara profesional. Dia menyerahkan prosesnya kepada panitia dan pihak sekolah. “Saya tekankan bahwa tidak boleh ada yang intervensi,” ujarnya.

Disdik Sulsel memperkirakan kuota siswa baru di daerahnya pada tahun ini mencapai 110 ribu kursi. Jumlah itu berdasarkan daya tampung dan jumlah peserta ujian nasional (UN) di tingkat SMP pada tahun yang sama. Rinciannya, 70.000 kursi untuk SMA serta 40.000 kursi untuk SMK.

Ketua Panitia PPDB Sulsel 2017, Muhamad Ruslim menjelaskan, pada tahun ini ditentukan kuota PPDB di setiap sekolah maksimal 420 siswa. Siswa akan dibagi hingga maksimal 12 kelas, dengan jumlah 35 siswa per rombongan belajar.

Ruslim memastikan pendaftaran PPDB daring berjalan maksimal. Dalam hal ini pihaknya bekerja sama dengan PT Telkom. Dinas juga sudah menyiapkan operator yang terlatih.

“Sistem online diyakini bisa mengurangi potensi kecurangan,” katanya.

Untuk pendaftaran, setiap calon peserta didik baru dapat mendaftar pada maksimal tiga sekolah, baik jalur akademik maupun non-akademik. Khusus di SMK, peserta bisa memilih dua kompetensi keahilan berbeda.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun ini Disdik Sulsel akan memberlakukan sistem zonasi. Yakni mementingkan calon peserta didik yang rumahnya dekat dengan sekolah. Hal itu sesuai dengan arahan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017.